Featured Article

Keberlanjutan Fungsional Perkerasan Aspal Berpori Tunggal dan Ganda

Diagram skematis pengaturan untuk uji logging laboratorium.
Perkerasan aspal berpori dengan persen lubang udara 20% atau lebih tinggi telah berhasil digunakan di lapangan untuk meningkatkan kemampuan drainase air hujan, meningkatkan keselamatan mengemudi pada saat musim hujan dan mengurangi kebisingan.

KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BERASPAL


Stabilitas
Stabilitas adalah kemampuan suatu campuran aspal untuk menerima beban sampai terjadi kelelehan plastis yang dinyatakan dalam satuan kilogram atau pound.

Angkutan Umum Kota Batam

Angkutan di wilayah Studi Kota Batam terdiri dari angkutan umum dalam trayek, Bus Bandara dan Trans Batam sedangkan angkutan umum tidak dalam trayek dilayani dengan taksi. 

Proyeksi Pertumbuhan Penumpang terhadap Kapasitas Bandar Udara

Mengacu pada data pertumbuhan penumpang di hampir setiap Bandar Udarayang mengalami peningkatan. Beserta pembangunan fasilitas terminal baru, maka diperlukan kajian juga yang menyajikan proyeksi jumlah pergerakan penumpang di Bandar Udara.

Pengujian Material Aspal Porus

Pengujian material bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan yang akan digunakan dalam penelitian. Pengujian ini terdiri dari pengujian karakteristik aspal porus (surface), pengujian karakteristik agregat batu pecah yang digunakan untuk lapisan pondasi, dan pengujian karakteristik tanah dasar (subgrade). Pengujian karakteristik aspal porus telah dilakukan oleh Ramadhan dan Burhanuddin (2014) di Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya, sedangkan pengujian agregat batu pecah sebagai lapisan pondasi dan tanah dasar dilakukan oleh peneliti sendiri di Laboratorium Mekanika Tanah dan Geologi.   
Gradasi Aspal Porus

Kelebihan dan Kekurangan Perkerasan Porus

         
Perkerasan porus yang merupakan salah satu variasi perkerasan dalam perkerasan lentur memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan sebagai berikut :

Pemodelan Perkerasan Skala Semi Lapangan

Metode Empiris, yang mengacu pada hasil “full scale test” dilaksanakan di Ottawa, Amerika serikat pada awal tahun 60-an (Yodar & Witczak, 1975). Beberapa metode empiris untuk perencanaan tebal perkerasan, antara lain Metode AASHO 1972 (AASHO,1972), metode Asphalt Institut (TAI,1970), metode Road Note 29 dan Road Note 31, dan metode Analisa Komponen 1987 (SNI,2002), yang telah digunakan sejak lama di Indonesia untuk merencanakan tebal perkerasan lentur.

Postingan Populer